79 Persen Lulusan Politeknik KP Sidoarjo Diterima Kerja Sebelum Wisuda

Rabu, 29 Juli 2026 00:00:00

Serapan Lulusan Tinggi, 79% Lulusan Politeknik KP Sidoarjo Diterima Kerja Sebelum Wisuda
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo menggelar prosesi wisuda lulusan secara nasional bersama 11 satuan pendidikan tinggi vokasi lingkup kelautan dan perikanan pada Selasa (28/7). Acara yang berlangsung secara hibrid dari Dyandra Convention Center Surabaya ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui konferensi video dari Kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta. Wamen KKP Dr Didit Herdiawan Ashaf mengukuhkan 1.878 wisudawan dari 11 pendidikan tinggi KKP untuk jenjang pendidikan pascasarjana, sarjana terapan, diploma III, dan diploma I.
Pada gelaran wisuda angkatan XXVI ini, terdapat 175 wisudawan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo yang dikukuhkan menjadi Ahli Madya Perikanan. Dalam wisuda tahun 2026 ini, serapan lulusan mencapai 79,43%. Sebanyak 139 wisudawan telah diterima kerja bahkan sebelum lulus. Dari jumlah tersebut, 123 orang atau 88,49% bekerja pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam negeri, sedangkan 16 orang atau 11,51% telah berkarier di dunia usaha dan dunia industri luar negeri. Para lulusan tersebut telah tersebar dan berkarya di 137 perusahaan, baik pada sektor kelautan dan perikanan maupun sektor industri lainnya yang relevan dengan kompetensi yang dimiliki.
Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr. Yaser Krisnafi, dalam laporannya menyampaikan bahwa tingginya serapan lulusan Politeknik KP Sidoarjo ini tidak lepas dari sistem pembelajaran menggunakan pendekatan Teaching Factory (30% teori dan 70% praktik) dengan pemahiran lapangan di berbagai industri perikanan dengan konsep Link and Match.
“Pada semester I dan II, taruna (mahasiswa) dibekali dengan pendidikan karakter dan kedisiplinan serta mata kuliah dasar umum. Pada semester III dan IV, taruna dibekali dengan kompetensi dan sertifikasi. Sedangkan pada semester V dan VI, taruna mengikuti kegiatan magang industri selama 1 tahun,” ujar Direktur dalam laporan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Print
PDF